lagi termenung trus mikir – mikir..
Tidak ada manusia yang tidak bisa diajari di dunia, hewan aja bisa diajari apalagi manusia, sebodoh apapun dia. Hanya saja yang berbeda adalah kecepatan menerima bahan yang diajarkan.
Disebabkan perbedaan kecepatan menerima ini muncullah istilah pinter dan bodoh.
Jadi sebetulnya pinter dan bodoh hanyalah menunjukkan seberapa cepat dia bisa diajari, satuan yang lebih menggambarkan kecepatan ini ialah IQ. Makhluk dengan IQ lebih tinggi lebih gampang diajari dibandingkan yang rendah.
Jadi kalo orang dikasi umur yang sangat panjang dan tidak menua, walaupun IQ nya average, bisa jadi dia sangat pinter, dengan catatan dia selalu belajar
.
Menurutku otak manusia normal yang satu dengan yang lainnya sepertinya sama saja secara bentuk dan struktur. Trus apa yang menyebabkan seseorang lebih cepet nangkep dan yang lain tidak? anyway saya ga akan melanjutkan pembahasan ke dalam struktur otak and all that anatomy stuff-like karena saya bukan dokter apalagi ahli bedah otak.
Kadang suka bertanya, kok bisa ya aku berpikir ke arah situ? siapa yang memberi ilham? kenapa ide itu tiba2 muncul? kenapa saya menjawab seperti itu? kadang suka narciss dan bilang gini: “kok aku pinter banget ya? hehehe (lagi pinter ceritanya).
Menurutku otak itu seperti sesuatu, kabel mungkin, semakin rendah resistansinya semakin banyak elektron yang bisa dialirkan dalam waktu yang sama.
kalo diasumsikan otak manusia seperti kabel dengan diameter dan bahan yang sama dan yang membedakan hanyalah resistansi didalamnya. siapa yang ngatur resistansi itu?
dosenku pernah bilang yg ngebedain orang IQ tinggi dengan IQ average ialah mereka yang ber-IQ tinggi memiliki emotional barrier yang rendah atau bahkan tidak memiliki nya, karena itu biasanya orang ber-IQ tinggi sulit mengatur emosi.
jadi yang menjadi barrier itu emosi.. tapi ini masih katanya..
btw kalo ditinjau dari sisi kita sebagai makhluk ciptaanNya, mungkin kita bisa meminta Dia untuk menurunkan barrier yang diberikan kepada kita, biar bisa jadi lebih pinter ^^; [ kalo bisa jadi superkonduktor ]
Jadi mitos mengenai IQ seseorang adalah besaran yang konstan mungkin bisa dihapus
caranya? berusaha.. lalu berdoa..
Tapi..
Sebenernya yang penting itu bukan tinggi rendahnya IQ seseorang, tapi prestasi yang bisa dia capai dengan IQ tersebut.